Well itulah yg terjadi ketika terlalu OBSESSED atau terlalu EXPECT. Akibatnya, lu jadi takut melakukan kesalahan atau GAGAL. Akibat terlalu takut melakukan kesalahan, akhirnya beneran terjadi karna terlalu dipikirkan. Bs dijelaskan melalui seMESTA menduKUNG. Apa yg lu pikirin bakal terjadi atau hal apa yg lu takutin, smkn tinggi frekuensi memikirkan hal tsb smkn tinggi pula kemungkiban hal itu terjadi. It happens dalam hal baik maupun buruk.
Dan satu lagi.. agak sedikit melenceng tapi tiba2 terpikir. Kalo emang situ tau kalo situ itu tipe org yang mesti berusaha sesuai yg ada dipikiran dan keyakinan situ dan menganggap diri bukan orang yang beruntung, situ mestinya nyadar bahwa harus berusaha ekstra2 keras. Jangan lupa, gak cukup yang namanya berusaha sekali. Bisa aja butuh berkali2 gagal baru berhasil. Makanya, gak ada lagi alasan buat nunda memperbaiki diri dan belajar. Siapa tau, gak cm butuh sekali usaha keras doang melainkan berkali2. Tolong diingat!!
Saturday, 10 September 2016
~LESSON TO LEARN~
Astaghfirullahal'adzim.. hampir putus asa aku ini. Blm mulai apa2, aku udh gk sanggup. Gmn gak? I messed up! Pertama, aku ngerusakin plastik depan penutup cover. Kedua, hari-H pergi, aku lupa bawa surat pengantar. Ketiga, aku salah alamat. Tapi setelah dipikir2, hal ini yg bikin aku paling semangat buat nunda. Apa? Yaitu penolakan. Yaps, aku lupa bahwa dibalik smua usaha ku blum tentu mulus2 aja. Aku slalu lupa sm itu. Makanya aku gampang kecewa. Udh perencanaan gak mateng, I am not preparing myself for "REJECTION". Itu yg paling bahaya. Aku takut GAGAL! Makanya aku gk pernah mencoba. Mental ku payah. Baru dipasang muka sinis sm satpam aja udh down. Parah. Aku terlalu obsessed dan expect bakal sukses slama aku melakukan yg terbaik. Aku bener2 lupa bahwa apapun bs terjadi gak sesuai sm keinginan ku. Aku jg terlalu banyak berharap yg menyebabkan kekecewaan ku sblm2nya. AKU TAKUT GAGAL. Ini dia.. ini dia yang bikin aku gk pernah maju.
I never know because I never try. I never try because I am too afraid too fail. Then just live ur life like that!! Pecundang itu orang yang gak pernah mencoba cm karna takut sm satu hal. GAGAL. Bkn berarti gak bisa. Cm takut mencoba.
But if u never try u never know! Aku emang tipe org yg harus berusaha untuk dapet yg aku mau. Aku bkn tipe yg beruntung. If I want it, I should fight for it!! Tapi herannya, meskipun tau gitu, gak menggugah otakku jg. Disaat aku mau mulai berusaha, aku takut sm yg namanya gagal. Aku merasa diri gk pantes karna gak mencoba. Tp ya pas udh berusaha, aku gak ngasih toleransi ke diriku bahwa aku mungkin aja gagal dulu. Inilah pemikiran terbodoh sedunia. Mau smua nya mulus2 aja. Aku berharap bs jadi kontraktor sukses dengan belajar keras atau bahkan tanpa usaha. Cukup dengan keyakinan dan doa. Dammit!! Cuma aku didunia ini yg punya pikiran bodoh semacam ini. Aku emang teruk.
Sama juga dlm hal belajar. Aku expect terlalu banyak, bahwa kalo aku bljr, aku pasti bs dlm suatu bidang. Atau belajar menentukan kesuksesan ku. Bahwa aku hanya perlu melakukan hal yg aku yakin perlu untuk dilakukan. Aku butuh TRANSFORMASI PEMIKIRAN. Aku gk akan bs bertahan dengan prinsip kayak gini. Gmn bs berjuang 2 step lbh maju when u dont know how and what to do? Ibu ku bilang jangan terlalu banyak dipikir, cukup gunain sense mu. But since I know, aku gak bs semata2 menggunakan sense ku doang. Ini menyalahi prinsip pemikiran ku. Still lot to learn, I have always said. Bahkan aku blm berjalan sedikitpun. Apalagi lari.
I dont want to live my life without a dream anymore. Dream make u struggle. Struggle makes u know how is it to be fail. And success will come to you. Sedangkan aku gak pernah mencoba, makanya gatau rasanya gagal. Knapa? Karna aku lbh takut gagal drpd takut gak sukses!!
NB: tapi tolong bedakan antara "gagal" dan "bodoh". Emang beda2 tipis, tapi kegagalan dan kebodohan itu 2 hal yg jauh berbeda. Ku harap lo gak salah mengartikan "kebodohan" sebagai bagian dr "kegagalan"
I never know because I never try. I never try because I am too afraid too fail. Then just live ur life like that!! Pecundang itu orang yang gak pernah mencoba cm karna takut sm satu hal. GAGAL. Bkn berarti gak bisa. Cm takut mencoba.
But if u never try u never know! Aku emang tipe org yg harus berusaha untuk dapet yg aku mau. Aku bkn tipe yg beruntung. If I want it, I should fight for it!! Tapi herannya, meskipun tau gitu, gak menggugah otakku jg. Disaat aku mau mulai berusaha, aku takut sm yg namanya gagal. Aku merasa diri gk pantes karna gak mencoba. Tp ya pas udh berusaha, aku gak ngasih toleransi ke diriku bahwa aku mungkin aja gagal dulu. Inilah pemikiran terbodoh sedunia. Mau smua nya mulus2 aja. Aku berharap bs jadi kontraktor sukses dengan belajar keras atau bahkan tanpa usaha. Cukup dengan keyakinan dan doa. Dammit!! Cuma aku didunia ini yg punya pikiran bodoh semacam ini. Aku emang teruk.
Sama juga dlm hal belajar. Aku expect terlalu banyak, bahwa kalo aku bljr, aku pasti bs dlm suatu bidang. Atau belajar menentukan kesuksesan ku. Bahwa aku hanya perlu melakukan hal yg aku yakin perlu untuk dilakukan. Aku butuh TRANSFORMASI PEMIKIRAN. Aku gk akan bs bertahan dengan prinsip kayak gini. Gmn bs berjuang 2 step lbh maju when u dont know how and what to do? Ibu ku bilang jangan terlalu banyak dipikir, cukup gunain sense mu. But since I know, aku gak bs semata2 menggunakan sense ku doang. Ini menyalahi prinsip pemikiran ku. Still lot to learn, I have always said. Bahkan aku blm berjalan sedikitpun. Apalagi lari.
I dont want to live my life without a dream anymore. Dream make u struggle. Struggle makes u know how is it to be fail. And success will come to you. Sedangkan aku gak pernah mencoba, makanya gatau rasanya gagal. Knapa? Karna aku lbh takut gagal drpd takut gak sukses!!
NB: tapi tolong bedakan antara "gagal" dan "bodoh". Emang beda2 tipis, tapi kegagalan dan kebodohan itu 2 hal yg jauh berbeda. Ku harap lo gak salah mengartikan "kebodohan" sebagai bagian dr "kegagalan"
Tuesday, 26 July 2016
SOCIAL ANXIETY
I found out that I am
suffering some kind of “Social Anxiety Disorder”. The symptoms are just like
mine. I know there’s somebody out there who suffers the same thing as me.
Really, it answers anything. This is more than just a confidential problem.
This is a lot bigger than that. I am feeling disappointed at that time but
beside there is more relief feeling. Finally I found something to be blamed on.
Because all this time I am busy to blame myself for I am now, for being weird
and different. It explains everything, almost everything. Why I get mood swing,
why sometimes I behave well but the other times I am not, why my brain is so
judgmental, why I feel a really extreme anxious feeling whenever I speak in
front of people. I really can’t handle to stand among people. I’d rather die!
And so many other explanations. This “things” is ruined every single thing in
my life. It affects my life in many aspects not only about social. It affects
my way of thinking, my decision making, my freedom to do good things for my
life, my confidence, my introvert character and other. This is really making me
burst out. My head almost explode just thinking about it. Bener2 ngekang
hidupku. Padahal itu bukan siapa2 melainkan diri ku sendiri. Makanya aku suka
kesel dan mengutuk hidupku. Permasalahan yang orang lain punya itu real, ada
masalahnya. Keliatan. Nah aku? Gak jelas! Aku struggle dengan diriku sendiri.
Aku ngelawan diriku yang TOXIC banget ini, yang gak produktif, yang gak
disiplin dan lain-lain. Dan aku punya masalah ini dari kecil. Aku emang anak
introvert dari kecil tapi ntah kapan aku mulai ngerasa kecemasan social ini
menghinggapi. Rasa2 nya dari SMP. Tapi karna lingkungan ku waktu itu masih
kondusif, aku gak terlalu ambil pusing cm kadang2 suka stress sendiri sih.
Nyesel kenapa aku gak bisa ini itu kayak orang lain. EH gak deng, hidup SMP ku
lempeng banget. Bener2 ngalir kayak air. Aku gak mikirin apapun. Gak punya
keinginan apapun. Bener2 ikutin aja aku dibawa kemana. Aku disuruh pramuka,
ngikut. Karate, elektro, FLP, apapun itu aku ikutin aja. Dikasih peer ya
dikerjain. Bener2 flat. Aku gatau mau ku apain hidupku. Kayak kosong aja
pikiran ku waktu itu. Aku ngejalanin hidup kayak gitu, kosong. Masa SMP ku
bukan masa pencarian jati diri. Tapi beruntung aku punya temen2 yang keren
slama SMP. I have a great time there. Great memories. I have nothing to regret.
Tapi kemudian “kecemasan” ini bertambah parah ketika aku masuk SMA. Terlebih
SMA ku ini SMA kece. Mulailah terbuka pikiran ku sedikit2 ttg dunia. Ternyata
real world itu kayak gini. Apalagi aku pas awal kelas X ditempatin di kelas
yang isi nya anak kece smua. Kelas unggulan lah istilahnya. Aku masuk kesana
cuma ngandelin nilai ujian dan rapot yang bagus sedangkan anak2 lain punya
segudang talenta lain. Parah. Gimana gak down tiap hari ngeliat orang2 kece dan
aktif. Aku nganggep diriku loser. Bener2 gak berdaya. I feel helpless. Aku gak
berguna, gak punya sesuatu untuk dibanggakan. Otakku mulai mencari2 siapa aku
sebenernya. Tapi instead of thinking clearly, aku menghadapinya lebih ke cemas
karna aku udah terlanjur into it dan gak mudah mikir jernih ketika masalah udah
didepan mata. Aku mulai menyesali knapa aku gak ngelakuin sesuatu waktu SMP.
Kenapa aku gak nyoba nemuin hobi dan bakat ku yang pada akhirnya aku masuk SMA
tanpa punya satu skill pun yang bisa ditonjolkan. Waktu itu, aku pikir aku bisa
bahasa inggris jadi aku coba daftar OS3D which is Organization of Smanthree
Debaters. But I really have no idea bahwa disana dibutuhkan skill speaking in
front of public. You need to be confident. Well, that’s not my field. I am
completely blind about it. Dan jadilah aku gak lolos disaat 2 temen akrab ku,
Guspipi dan Grace lolos. Aku down. Pake banget. Kecewa berat. Bisa dibilang
kekecewaan terbesar selama hidupku. Sakit banget rasanya. Udah gitu malu2in
waktu aku ikut audisinya. Itu yang lebih aku sesalin. Banyak kakak kelas kece2
disana, ketua OSIS, anak basket, wah macem2 dah.
Yahh, masa SMA ku lebih
ke masa mengamati. Tapi aku kesel aku gak bisa berbuat sesuatu atas kekurangan
ku. Aku lebih milih murung di kamar sendirian dan nulis kekaguman2 ku,
kekhawatiran2 ku, kesedihan2 ku, sgala macem lah dengan gaya ala kadarnya.
Masih cupu banget gaya tulisannya. Gak ada yang memotivasi dan aku ngerasa gak
berani buat cerita ke siapa2. Jadi ku
jalanin masa2 SMA ku dengan suram. Aku gak seneng ke sekolah. School makes me
suffering I don’t like to be in school, hanging around with friends, surrounded
by many people. I don’t like. Cuma bikin aku sedih aja karna fakta mereka smua
keren2 dan aku cm apa, pecundang yang gak bisa berbuat apa2 dengan hidupnya.
Aku gak ngerasa termotivasi dan berdaya untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat
untuk hidupku. Aku terlalu negative pada masa itu. Bener2 masa terburuk yang
aku gak pengen inget2. Yang ada cm kekecewaan dan penghindaran diri dari
kenyataan. I can say, aku terlambat menjalani fase hidup.
Berhenti setaun is a
nightmare to me. Bikin aku makin ngerasa gak berguna. Makin gak pede ketemu
temen2. Apalagi Pipi sama Grace. Mereka keterima di universitas terkeren
Indonesia. Pipi di Hukum UI dan Grace di Hukum UGM. Beh aku mah apa atuh. Aku
mutusin kontak ke temen2 lama ku. Aku mencoba mencari kehidupan baru, mencoba
mencari pengalihan untuk kabur dari kenyataan. Orang2 yang baca ini mungkin
heran kenapa se-dramatis ini padahal aku cm berperang melawan diri sendiri.
Emang sih unsur stupid di diriku nya juga banyak banget ditambah masalah
psikologis kayak gini, aku bener2 gak bisa berpikir logis untuk diriku. Otakku
gamau bekerja buatku. Padahal aku tau I have something inside, tapi karna
kebodohan dan kecongkakan dan juga ketidakdisiplinan, aku berakhir dalam hidup
yang miserable ini. Gak pantas untuk diperjuangkan, aku pernah mikir gitu.
Mending mati aja udah, selesai. Tapi untungnya aku gak pernah berbuat sejauh
itu. Meskipun gak, otakku ini rasanya kayak mau pecah. Banyak yang mesti
dikeluarin, tapi mulut ini tertahan. Gak bisa berkata banyak. Dan smua itu ku
tumpuk, sgala perasaan sedih, kecewa, gak berguna, di otakku yang cetek ini. I
sleep too much, kebiasaan2 ku gak jelas, ngalor ngidul, gampang emosi, sukanya
marah2in adek2, gak jelas suka usil, pokoknya ku lampiasin smua dirumah.
Padahal rumah adalah the best shelter for me. Gak ada tempat dimana aku nyaman
slain dirumah. Makanya aku nonton tv seharian, setiap hari pun, gak ngerasa ada
yang salah. Aku nyaman sama itu dan ku lakuin itu 3 bulan penuh sblm aku
kuliah. Bener2 gak punya kegiatan lain slain urusan rumah dan nonton tv. Gila!
Manusia macam apa kan aku ini, kalian pasti bertanya2. Aku juga gak ngerti
kenapa aku beneran low self-motivated. Paraaaaaah banget. Jadilah kebiasaan
buruk yang terbentuk trutama gak disiplin sama diri sendiri. Aku juga emang
kurang struggle untuk berubah. Kayak nya aku emang loser.
Tapi slama pending itu
aku mulai nyoba2 nemuin experience baru. Masalah terbesar yang aku nilai dari
hidupku itu PD. Makanya aku mutusin buat bantuin ibu jualan, ngelayanin orang,
ketemu orang setiap hari buat berusaha mengurangi ketakutan ku sama orang lain.
Ditambah kan kalo pameran di Malaysia tuh kita gak sendirian, ada temen2 ibu
yang lain. Tante Cece, Koko, Yuli, Cece Nelly, Habibie, Mas Idul, trus satunya
ntah siapa, Ibu Papa Roti, Kakak yang jual aksesoris itu, Mbak Indah, Joana,
Mbak Devi, Mbak Ika, Mbak Waris, Mbak Hindun, Kak Umi, Bu Gendut, Mbak Wiwin,
Pak Ibnu, Istri Pak Ibnu, Om Yohanes, Kak Citra (adeknya Tante Erna), Om Iyan
dan masih banyak lagi (maaf buat yang gak kesebut),. Aku mulai berinteraksi.
Aku PD karna kita beda2 umur dan beda2 latar belakang. Mereka gak akan nyinggung
masalah ku dan aku gak nginggung masalah mereka. Kita ya bener2 seneng2 aja.
Seru dah pokoknya. Seru, tapi menimbulkan sedikit banyak trauma lain di diriku.
Aku jadi lebih confident, tapi aku ngerasa gak guna. Ngerasa bersalah karna aku
yang skill social apalagi jualannya cetek tiba2 disuruh terjun langsung sama
Ibu, sendirian. Which ibu secara gak langsung ngambil keuntungan dari aku. Jadi
dia bisa pameran di Batam sementara aku tetep ngasilin uang di Johor. Oke aku
kerja, oke aku cari pengalaman, tapi ini kayak aku manfaatin Pak Ibnu. Aku
jujur, tapi itu gak cukup. Haduh itu worse feeling juga. Banget. Aku trauma
gamau jualan lagi. Aku gak berbakat jualan. Udah gitu bikin aku tambah berpikir
sempit. Aku nyalah2in diriku, parah banget. Parah beneran parah. Yah ini salah
ibu. Aku niatnya mau nurut, mau berbakti sama orangtua tapi kok lama2 aku lebih
gak diuntungkan. Ibu memaksakan kehendaknya sama ku jadi bikin aku gak
berpikiran bebas. Aku gak diizinin berpikir dengan otakku sendiri. Dongkol
abis. Ditambah waktu itu ayah udah mulai membuka diri sama ku. Makinlah aku
terbuka, kalo ibu emang gitu. Aku skeptis berapa lama gitu sama ibu. Smua yang
ibu lakuin ku nilai salah. Ibu gak berpikir logis. Aku kesel. Aku nyalah2in ibu
terus. Aku kesel nahan2 terus emosi dan pikiran ku gara2 ibu jadi aku meledak
kayak gitu. Itu berlanjut sampe akhir semester 1 kmaren. Aku terus2an nyalahin
ibu.
Tapi meskipun gitu, aku
masih bersyukur. Ibu ngasih aku kesempatan. Untuk setidaknya ngerasa berguna
lah gitu. Juga kesempatan ngerubah diri dan mindset dan kemampuan berkomunikasi
(meskipun baru sebagian kecil). Nah ayah? Ayah juga gak bimbing aku apa2. Cm
skali dua kali ngajak crita2 gitu, brainstorming, dan ngasih petuah2 gitu.
Sempet kagum sih dengan betapa logisnya ayah. Ternyata ayahku keren. Tapi ya
gak banyak juga berperan didalam usaha merubah karakter ku. Disaat aku butuh
mereka the most, disaat aku bener2 butuh dibimbing dari awal kayak anak kecil,
mereka nge-skeptisin aku. “Apaan sih, kamu kan udah gede, harusnya udah bisa
mikir sendiri”. That’s what they say to me. They have no idea what’s going on
to me dan mereka seems gak mau tau. Kamu
uruslah masalah mu sendiri. Kurang lebih kayak gitu. Ayah sih bilangnya
gamau apa yang ayah alamin, aku alamin juga. Ayah berharap aku bisa terbuka
buat biar ayah bisa bantu nyelesain masalah ku. Tapi juga kayak gak ada usaha
gitu. Nanya cm skali2, kayak gak bener2 give attention ke perkembangan ku.
Ditambah aku kayak hilang trust karna
kebiasaan ayah yang gak mencerminkan orang yang punya prinsip. Ayah minum2.
Mulai ngomong kotor. I can’t trust my life to a person I don’t trust. Nah aku
bisa apa? Gak ada yang bisa ku andelin. Aku harus kayak anak laki, nemuin jalan
ku sendiri, dunia ku sendiri tanpa mengharap ke siapapun kecuali Allah. Itu
life lesson yang aku dapet. Bahkan orangtua ku gak bisa bantu aku. Aku bener2
harus struggle sendiri dan aku mulai getting used to it. Ke kesendirian itu, ke
kemandirian itu. Aku gak mau lagi nyalah2in knapa ayah ibu gak concern sama ku
dan bla bla bla. Bikin pala’ pusing. Udah ah, biar aku temuin jalan ku sendiri.
Sakit, seneng, susah, biar aja aku jalanin supaya bener2 nyampe pelajaran hidup
itu ke aku. Sambil berusaha bergaul sama temen2 ku. I am fully in charge.
So begitulah perjalanan
psikologis ku. Aku di state dimana aku mencari. Aku mulai mencari apa tujuan
hidupku. Kenapa hidup ini layak untuk diperjuangkan. Ini tahap pencarian dan
mengambil tindakan. Aku gak cm mencari, aku juga harus berbuat sesuatu.
Something has to be done with my life. Aku harus mengatasi masalah2 ku dan
mencoba melakukan sesuatu untuk hidup ku. Lebih baik lagi kalo bisa berguna
bagi orang. Karna dengan ninggiin standar itu, bikin kita termotivasi untuk
melakukan lebih jauh lagi. Dan biasanya motivasi itu lebih kuat when it comes
to other person’s need dibanding dengan kaloo itu kebutuhan pribadi kita. I
gotta do something. Merubah kebiasaan2 buruk, menjadi lebih baik. Memperkuat
pondasi agama. Melatih self-skill. Belajar sebanyak2 nya. Mencoba lebih aktif
dan banyak terlibat di kegiatan kampus.
June 28, Monday, 2016
Saturday, 25 June 2016
Found This Old Sweet Thing in My Laptop
Aku ngoprek2 laptop and I found this!
I dunno why it start like this tapi kayaknya ini pas aku udah di kelas 3 SMA and we're all prepared to get to college, when we all about to go on each other's way.
Ini sedikit pengakuan yang tidak terungkapkan. I was too stupid back then. Pikiran ku bener2 sempit, I dunno how to face the world. I hate everything. Friends, teachers, school and stuffs. I am a really nerd person. Gak punya karya apa2 yang bisa dibanggakan. My senior high school time is worst of all.Parah. Menyesal, sedikit. Heran kenapa aku bisa sebodoh itu dulu. Kalo punya kesempatan buat ngulang masa lalu, jelas aku mau masa SMA ku balik. Atau bahkan aku mau sluruh hidupku diulang. Dari lahir. Jadi aku gak bodoh gini. I am not happy with my life. Tapi gimana? Waktu gabisa diputer. Aku cm bisa ngelakuin sebaik mungkin so I will regret nothing in the future.
So here it is:
"Sorry cay, udah ngejudge dan mutusin gak mau temenan sm mu. Hak mu sbnrnya mau gmn diluar nanti yg penting aku temenan sm mu tulus. Harusnya aku gak mempermasalahkan sikap mu.Sorry jg buat Nanda, karna udah ngejudge dan mutusin buat gak nyapa ko kalo seandainya kita ketemu disuatu tempat nantinya. Hak mu jg mau nganggep aku kuper, kampong, dll. Toh kalo emang yang ko liat dr aku kyk gitu, aku bs apa? Harusnya aku ngasih yang terbaik buat ngebuka pertemanan ke siapapun dan aku jg gak berhak sama skali utk marah. Byk kali dosa ku sm mu. Marah2 aja aku bsnya. Aku tau mslhnya bkn di ko, tp di aku nya. Aku slalu gak bs mengkondisikan diriku buat ngmg sm cowok apalagi yang attractive kyk ko, jd kesannya aku kesel terus. Sbnrnya itu pelampiasan aja, krna aku gak bs bergaul. Aku jg tau kok sbnrnya ko itu baik dan gak sejahat kliatannya J Sorry ya, Nan. Smoga sukses Sabhara nya. Amin.
Sorry jg buat Sarah,krna aku udh kesel sm
nada mu kalo pas kita2 lg ngmg sesuatu yang cma aku yg gatau. Cthnya “Loh, cip
ko gak tau ya? Kan bs pake paspor”. Jujur aku sebel kali kalo udh diomongin
pake nada itu. Kyk nada ngerendahin. Kesel sumpah. Tp apa hakku buat ngebenci
hal itu? Buktinya org nyaman aja tuh sm nada itu. Aku nya aja yang easy to feel
insulted. Sorry ya sar. Abs aku tu lebih nerima nada yang ngablak kyk “lah, kan
kmrn udah dksh tau, knp gak cb aja?” Ya tp kan mgkn aja ko jg gak nyaman sm
prinsip yang aku pegang. Harusnya aku mikir itu dari lama, jgn smuanya ttg diri
sendiri aja. Mgkn aku lbh ngablak dank o mncoba utk lbh sopan. Tp maksud ku
sbnrnya tu biar gak kliatan ngerendahin gitu, jd org itu pun gak ngerasa
insulted. Mgkn jg ko nyamannya sm nada sopan tp terkesan judgemental, ya aku hrs
hormatin. Sorry sar. Sukses ya kimia industrinya. Smoga jadi anak yg sholehah
dan bs banggain ortu. Amin
Sorry jg buat nenek krna udah kesel pas ko bawa2 koleris waktu aku dsrh ceramah isi acara muhadhoroh bp jumat waktu itu.Ya abs emang cma koleris sm sanguine aja yang harus bs pede maju kedepan umum? Gak kan? Emang plegma sm melan gk perlu jd maju? Gak perlu sukses smpe menampikkan kbthn pandai berkomunikasi? Gk kan! Ini aja yg pengen ku tekanin, kalo smua dr kita punya kadarnya masing2 dlm berbicara jd jgn merendahkan satu sm lainBener kata quote yang bilang “Judge nothing, and you’ll be happy” Oh My God! You’re all had been such really nice friends to me. But sorry, I can’t be a good friend to you. It doesn’t mean that I don’t want be a good friend, but you’re the one could see objectively that I’m proper or not to be a good friend to you. I just wondered why you all can hold out to face me. I’m sorry. I’m really sorry. Beside, I’m not good at asking for apologize, but Insya Allah I’ve forgive you already. Sorry for being a little jerk, that I’m quietly had speculations about you all in my mind and I wrote it on my personal diaries. I’m sorry for having such a horrible thought and temper. I’m sorry. And I’m sorry I can’t sincerely say these in front of you all. I don’t have the courage to do that. I’m not good at express my feel either. I just hope that you could understand. That’s all. You know, I always feel that home is the best place for me and the only place to shelter but it really isn’t. I’m holding a wrong principle. When home doesn’t gave certainty (persistence/resistance/circumstance? : when the home is no longer providing a conducive atmosphere) for any longer, you should have some other place to go to. Friends are that other way. I’m sorry, really, for my strange behavior that might frighten you all. Really, this is like kind of sickness. I had some disabilities that I’m on my way to get recover from it. And it’s still a process. I’m sorry and I really thankful for all my friends and whoever who’ve been my friends. Thanks for your great work to bear with me. I’m glad for that. InsyaAllah, I’ll always try to be a better person which also means a better friend too, in the future. Wish me luck guys. And InsyaAllah, I’ll never forget you all. Amin.
Kyk Ficky, aku gak nyangka banget dia mau teriak lewat jendela kelas ku buat minta maaf sm ku. Salut asli. Karna stau ku dia tu orangnya gengsian trus gak mau berlebihan sm orang yang gak dia kenal deket. Ini bukan Ficky kali. Biasanya ketemu diluar dia gak nyapa. Skali ini, keren lah. Udah gitu itu tu dlm kondisi kelas gak sepi. Sampe si Jo blg “Wih, Cipa terkenal jg ya ternyata”. Iya amin Jo J Thanks Fick, maafin aku jg ya :))"
I dunno why it start like this tapi kayaknya ini pas aku udah di kelas 3 SMA and we're all prepared to get to college, when we all about to go on each other's way.
Ini sedikit pengakuan yang tidak terungkapkan. I was too stupid back then. Pikiran ku bener2 sempit, I dunno how to face the world. I hate everything. Friends, teachers, school and stuffs. I am a really nerd person. Gak punya karya apa2 yang bisa dibanggakan. My senior high school time is worst of all.Parah. Menyesal, sedikit. Heran kenapa aku bisa sebodoh itu dulu. Kalo punya kesempatan buat ngulang masa lalu, jelas aku mau masa SMA ku balik. Atau bahkan aku mau sluruh hidupku diulang. Dari lahir. Jadi aku gak bodoh gini. I am not happy with my life. Tapi gimana? Waktu gabisa diputer. Aku cm bisa ngelakuin sebaik mungkin so I will regret nothing in the future.
So here it is:
"Sorry cay, udah ngejudge dan mutusin gak mau temenan sm mu. Hak mu sbnrnya mau gmn diluar nanti yg penting aku temenan sm mu tulus. Harusnya aku gak mempermasalahkan sikap mu.Sorry jg buat Nanda, karna udah ngejudge dan mutusin buat gak nyapa ko kalo seandainya kita ketemu disuatu tempat nantinya. Hak mu jg mau nganggep aku kuper, kampong, dll. Toh kalo emang yang ko liat dr aku kyk gitu, aku bs apa? Harusnya aku ngasih yang terbaik buat ngebuka pertemanan ke siapapun dan aku jg gak berhak sama skali utk marah. Byk kali dosa ku sm mu. Marah2 aja aku bsnya. Aku tau mslhnya bkn di ko, tp di aku nya. Aku slalu gak bs mengkondisikan diriku buat ngmg sm cowok apalagi yang attractive kyk ko, jd kesannya aku kesel terus. Sbnrnya itu pelampiasan aja, krna aku gak bs bergaul. Aku jg tau kok sbnrnya ko itu baik dan gak sejahat kliatannya J Sorry ya, Nan. Smoga sukses Sabhara nya. Amin.
Sorry jg buat nenek krna udah kesel pas ko bawa2 koleris waktu aku dsrh ceramah isi acara muhadhoroh bp jumat waktu itu.Ya abs emang cma koleris sm sanguine aja yang harus bs pede maju kedepan umum? Gak kan? Emang plegma sm melan gk perlu jd maju? Gak perlu sukses smpe menampikkan kbthn pandai berkomunikasi? Gk kan! Ini aja yg pengen ku tekanin, kalo smua dr kita punya kadarnya masing2 dlm berbicara jd jgn merendahkan satu sm lainBener kata quote yang bilang “Judge nothing, and you’ll be happy” Oh My God! You’re all had been such really nice friends to me. But sorry, I can’t be a good friend to you. It doesn’t mean that I don’t want be a good friend, but you’re the one could see objectively that I’m proper or not to be a good friend to you. I just wondered why you all can hold out to face me. I’m sorry. I’m really sorry. Beside, I’m not good at asking for apologize, but Insya Allah I’ve forgive you already. Sorry for being a little jerk, that I’m quietly had speculations about you all in my mind and I wrote it on my personal diaries. I’m sorry for having such a horrible thought and temper. I’m sorry. And I’m sorry I can’t sincerely say these in front of you all. I don’t have the courage to do that. I’m not good at express my feel either. I just hope that you could understand. That’s all. You know, I always feel that home is the best place for me and the only place to shelter but it really isn’t. I’m holding a wrong principle. When home doesn’t gave certainty (persistence/resistance/circumstance? : when the home is no longer providing a conducive atmosphere) for any longer, you should have some other place to go to. Friends are that other way. I’m sorry, really, for my strange behavior that might frighten you all. Really, this is like kind of sickness. I had some disabilities that I’m on my way to get recover from it. And it’s still a process. I’m sorry and I really thankful for all my friends and whoever who’ve been my friends. Thanks for your great work to bear with me. I’m glad for that. InsyaAllah, I’ll always try to be a better person which also means a better friend too, in the future. Wish me luck guys. And InsyaAllah, I’ll never forget you all. Amin.
Kyk Ficky, aku gak nyangka banget dia mau teriak lewat jendela kelas ku buat minta maaf sm ku. Salut asli. Karna stau ku dia tu orangnya gengsian trus gak mau berlebihan sm orang yang gak dia kenal deket. Ini bukan Ficky kali. Biasanya ketemu diluar dia gak nyapa. Skali ini, keren lah. Udah gitu itu tu dlm kondisi kelas gak sepi. Sampe si Jo blg “Wih, Cipa terkenal jg ya ternyata”. Iya amin Jo J Thanks Fick, maafin aku jg ya :))"
Tuesday, 21 June 2016
When will My REFLECTION Shows Who I am Inside
No, everything is not okay. I still waste time. Cant figure out what I need to do. I just do what I want to do, though its still not everything. Not all out. Cant find motivation why I need to study so my GPA is very low. Maybe around 2.5
I still have depression on how I going to face this world. I have these concerns. I cant talk and hang out with people I want to. Im still a geek with very scrambled way of think. Im a useless man, I usually think like that. Like I want to do what I need to do, but I just dont know what I should do. I try to be more active, more concern with campuss' issues. I try to be involved in every event ITERA had. That's my capacity right now. I still only can do it for myself. I take very much rather than give very much. It does make me happy, at least for now. I also try to involved in some organization. I joined UKM, I try to apply to be staff in comitte for a technology seminar which is good. I feel more alive. But I got stucked in the middle. I am afraid I cant handle this responsibility and I lose everybody's trust. Absolutely I dont want that. I joined Madani, I dont really contribute much and I feel guilty about it. I feel like wherever Im in, there's always no job for me. I cant do anything. That's what sad me. So I start to think that I should get myself skilled to be more contribute in organization. I am happy I could enter those, but there are also some other else that make me quite sad. And it can prevent me to get step out of this. But again, I got this thinking again: if I start to get skilled now, wouldn't it take too much time for me to start preparing my future? Oh I must be crazy and I start to feel depressed.
Beside, I usually also feel this. Feel that the things I am doing, that I thing it makes me quite happy and feel more alive, when I see it from other people's point of view, I realized that what I am doing isn't quite necessary. I am doing something waste. That hit me deep down inside. Can't I do something right? I feel like I've never do something right. It all just wrong.
Tapi aku jg tau dibalik unhappy feelings itu smua, aku masih ada byk kekurangan yg blm aku selesain. Aku suka nunda2 and very undiscipline. Trus aku juga blm punya keyakinan dan pegangan kuat ttg kepercayaan ku, jd aku slalu goyah. Ditambah dg susah move on dr masa lalu yg payah. Terus aja bragging ke masa lalu. Nah itu lah. Itu jg berkontribusi dalam rasa unhappy dlm diri ku. Trus aku jg susah have fun. Because of all those kekurangan, aku mencegah diriku buat terlalu byk bersenang2 dan akhirnya aku lupa cara utk release stress. Wahahah. Complicated huh?
Tapi aku jg punya goals2 kecil ini, keinginan2 ku yaitu utk jd org yg lepas dan bs ngmg didepan khalayak umum. Aku gatau kno itu matters banget buatku pokoknya aku ngerasa harus bisa pokoknya buat overcome it. Tapi seringnya ditengah jalan semangat ku gak se-membara ini. Slalu nya ciut ditengah jalan kyk gak ada hasrat lagi utk merubah itu smua. Aku jg gamau mendem2 smuanya lagi kayak gini. Bener2 gak enak. Aku gak mencoba jd extrovert because I know I cant. Aku cm hrs bs bergaul dg cara ku sendiri dengan mencoba ceplas ceplos. Gak enak bgt rasanya jd diriku yg kayak gini, parah. Smuanya dipendem aja. It kills me so bad. Bikin stress dan bikin jd uncreative. Aku jd gabisa berkarya.
Aku punya concern sometimes, tapi sulit buat gerak. I know I have something but I just dunno how to exert it out. How to just spill it out. Really crazed me.
Mgkn determination ku kurang tinggi, bs jadi. Ditambah kebiasaan2 buruk yg dipelihara, jadilah worst diri ini. Rasa minder itu timbul disaat aku ngeliat org lain dg segudang talenta mereka sdgkn aku gapunya kemampuan apa2. Oh God, how could you say its okay if u havent know your talenta? Ali Abidin from I'm On My Way Virtual Program said that. Tapi mgkn aja bener. Dia blg slama kamu lg proses mencari dan gak leha2. Slama kamu dlm proses berubah, itu gapapa. Hahah masalahnya aku jg suka nunda2. Kadang lupa knp I feel that I should do something dan akhirnya gak dikerjain sampe akhirnya ketemu hal yg bikin down, baru deh sok2 nyalahin diri. Wkwk, it repeat over and over again. Emang "Hanya Aku Manusia Bodoh". Parahhh.
I'm On My Way punya cara buat ko keluar dr zona buruk ini or at least memperluas pandanganmu. I think I should join this. I gotta find six hundred thousands. It'll means nothing once you feel the advantages. Aku rasa aku emang perlu. Ini tu kyk personal assist jg dg lewat webinar gitu jd ngerasa lbh personal aja. Aku jg biasanya bs lebih terbuka ke stranger drpd org yg ku kenal, so I'm going in. Disamping itu jg barangkali ada sesi2 buat nanya ato sharing2 kan, lumayan buat bersosialisasi jg. Blajar berani kyk bule. Aku hrs ikut!!!
I still have depression on how I going to face this world. I have these concerns. I cant talk and hang out with people I want to. Im still a geek with very scrambled way of think. Im a useless man, I usually think like that. Like I want to do what I need to do, but I just dont know what I should do. I try to be more active, more concern with campuss' issues. I try to be involved in every event ITERA had. That's my capacity right now. I still only can do it for myself. I take very much rather than give very much. It does make me happy, at least for now. I also try to involved in some organization. I joined UKM, I try to apply to be staff in comitte for a technology seminar which is good. I feel more alive. But I got stucked in the middle. I am afraid I cant handle this responsibility and I lose everybody's trust. Absolutely I dont want that. I joined Madani, I dont really contribute much and I feel guilty about it. I feel like wherever Im in, there's always no job for me. I cant do anything. That's what sad me. So I start to think that I should get myself skilled to be more contribute in organization. I am happy I could enter those, but there are also some other else that make me quite sad. And it can prevent me to get step out of this. But again, I got this thinking again: if I start to get skilled now, wouldn't it take too much time for me to start preparing my future? Oh I must be crazy and I start to feel depressed.
Beside, I usually also feel this. Feel that the things I am doing, that I thing it makes me quite happy and feel more alive, when I see it from other people's point of view, I realized that what I am doing isn't quite necessary. I am doing something waste. That hit me deep down inside. Can't I do something right? I feel like I've never do something right. It all just wrong.
Tapi aku jg tau dibalik unhappy feelings itu smua, aku masih ada byk kekurangan yg blm aku selesain. Aku suka nunda2 and very undiscipline. Trus aku juga blm punya keyakinan dan pegangan kuat ttg kepercayaan ku, jd aku slalu goyah. Ditambah dg susah move on dr masa lalu yg payah. Terus aja bragging ke masa lalu. Nah itu lah. Itu jg berkontribusi dalam rasa unhappy dlm diri ku. Trus aku jg susah have fun. Because of all those kekurangan, aku mencegah diriku buat terlalu byk bersenang2 dan akhirnya aku lupa cara utk release stress. Wahahah. Complicated huh?
Tapi aku jg punya goals2 kecil ini, keinginan2 ku yaitu utk jd org yg lepas dan bs ngmg didepan khalayak umum. Aku gatau kno itu matters banget buatku pokoknya aku ngerasa harus bisa pokoknya buat overcome it. Tapi seringnya ditengah jalan semangat ku gak se-membara ini. Slalu nya ciut ditengah jalan kyk gak ada hasrat lagi utk merubah itu smua. Aku jg gamau mendem2 smuanya lagi kayak gini. Bener2 gak enak. Aku gak mencoba jd extrovert because I know I cant. Aku cm hrs bs bergaul dg cara ku sendiri dengan mencoba ceplas ceplos. Gak enak bgt rasanya jd diriku yg kayak gini, parah. Smuanya dipendem aja. It kills me so bad. Bikin stress dan bikin jd uncreative. Aku jd gabisa berkarya.
Aku punya concern sometimes, tapi sulit buat gerak. I know I have something but I just dunno how to exert it out. How to just spill it out. Really crazed me.
Mgkn determination ku kurang tinggi, bs jadi. Ditambah kebiasaan2 buruk yg dipelihara, jadilah worst diri ini. Rasa minder itu timbul disaat aku ngeliat org lain dg segudang talenta mereka sdgkn aku gapunya kemampuan apa2. Oh God, how could you say its okay if u havent know your talenta? Ali Abidin from I'm On My Way Virtual Program said that. Tapi mgkn aja bener. Dia blg slama kamu lg proses mencari dan gak leha2. Slama kamu dlm proses berubah, itu gapapa. Hahah masalahnya aku jg suka nunda2. Kadang lupa knp I feel that I should do something dan akhirnya gak dikerjain sampe akhirnya ketemu hal yg bikin down, baru deh sok2 nyalahin diri. Wkwk, it repeat over and over again. Emang "Hanya Aku Manusia Bodoh". Parahhh.
I'm On My Way punya cara buat ko keluar dr zona buruk ini or at least memperluas pandanganmu. I think I should join this. I gotta find six hundred thousands. It'll means nothing once you feel the advantages. Aku rasa aku emang perlu. Ini tu kyk personal assist jg dg lewat webinar gitu jd ngerasa lbh personal aja. Aku jg biasanya bs lebih terbuka ke stranger drpd org yg ku kenal, so I'm going in. Disamping itu jg barangkali ada sesi2 buat nanya ato sharing2 kan, lumayan buat bersosialisasi jg. Blajar berani kyk bule. Aku hrs ikut!!!
Saturday, 18 June 2016
Over and Over Again!
Mungkin aku terlalu terfokus sama ke-gak-bisa-an aku daripada bangkit dan melakukan sesuatu. Itu karena aku rasa terlalu sulit buat berubah. I don't have someone to rely to, aku gak punya seseorang yang ngeyakinin aku bahwa aku bisa berubah. So I'm stuck!! Yah bukan alasan sih, gapunya seseorang bukan berarti ko jadi gak bisa berubah. Berubah itu tergantung diri sendiri. Oh shut up! I'm being unlogic again. Aku slalu kayak gini. Slalu punya cara buat ngerendahin diri ku sendiri. Bukan malah termotivasi, orang kayak aku kalo digituin malah makin minder -___- How can I not know myself?
Sorry folks, hidupku begitu menyedihkan. I don't know what the hell happening with my brain selama ini tapi yang pasti, momen aku kuliah (tahun 2015) itu momen dimana smua nya menemui titik terang and like a 7-year-old kid, aku mulai menyadari banyak hal-hal di dunia ini. Oh btw, aku juga orang yang berpikiran sempit. I just realized it lately. Aku hampir umur 20 tapi cara berpikir masih kayak anak SMP. I'm late at realizing things. I don't know ada proses di hidup ini yang aku miss dan jadilah aku harus memulai smuanya dari awal. Nih aku kasih contoh satu. Jadi aku dari kecil emang orang yang gapunya percaya diri sama skali. Bayangin aja, anak SD, disuruh gambar gamau. Alasannya karna gak bisa, gambarnya jelek. Common sense ku pada masa sekolah itu worse banget. Aku gamikir kalo anak2 yang jago gambar, ya mereka latihan supaya bisa bagus gak tau2 pas brojol jago gambar. Aku memegang dogma itu cukup lama. Sampe SMA lah. Dalam segala hal. Kalo aku gak bisa, ya gak bisa. Aku emang gak guna. Makanya aku unskilled sampe lulus SMA. Gapunya keahlian apapun. Gak berani belajar dan mencoba hal baru. Salahnya orangtua ku gak meluruskan ini dari kecil, akhirnya sampe lah aku begini. Cuma apalah yang bisa dirubah dari menyalahkan orangtua. Setengah tahun pertama ku kuliah, disaat aku mulai menyadari hal2 yang aku gatau sebelumnya, aku marah. Kenapa orangtua ku gak mencoba melakukan yang benar untuk anaknya? Kalo mereka berusaha, aku pasti jadi pribadi yang jauh jauh lebih baik dari ini. Mereka udah ngelakuin apasih? Ibuku bilang sih dia udah berusaha merubah sifat jelek ku yang keras kepala pas kecil. Ibuku juga banyak ngajarin soal jangan pelit sama orang. Okelah, aku gabisa nyalahin karna ibu ku seems berjuang sendirian disini. Orangtua tetep orangtua. Aku pernah baca hadist yang bilang kurang lebih gini "Cukup untuk menyayangi orangtua karna mereka udah ngerawat kalian sewaktu kecil". Well aku juga gabisa minta terlahir dari keluarga yang bagaimana. Emang ibu ku kurang pinter, tapi dia udah berusaha. What do you ask more?
Tapi emang makin gede aku makin durhaka aja. Dulu aku penurut. Tapi sekarang aku ngerasa ketika jadi penurut itu, aku kayak gak bebas mengemukakan pendapat ku. Aku dipaksa nerima smua dogma yang ditanemin ke aku. Aku harus nurut ketika ibu bilang "Kita gak punya uang. Gak usah beli baju dulu lah ya". Oke aku gapapa. Tapi masalahnya itu terus berulang. Kapan kita punya uang nya? Sampe kapan aku harus nahan keinginan ku? Kok aku hidup begini amat sih disaat temen2 bisa mengekspresikan diri dengan baik, with proper clothes, kenapa aku gak bisa? Tapi aku slalu dipaksa untuk mengerti. Akhirnya aku bikin2 alasan sendiri why should I menganggap hal itu bener untuk dipercaya. Dan semakin lama untuk menenangkan diri, aku bikin paham2 sendiri. Tiap liat anak gaul di mall "Apaan tuh bisa nya cm ngabis2in duit orangtua". Jadi gitu endingnya. Emang sih ini tergantung proses di otaknya. Gak smua anak nerima nya dengan cara aku nerima. Adekku toh fine2 aja dengan ketidakteraturan keluarga ini. Aku, jujur aja, stress banget. Semenjak aku tau dunia luar, aku jadi lebih nyaman diluar. Aku lebih nyaman sama temen2 ku di Lampung daripada harus balik dan mendem dirumah. Ntah kenapa kalo dirumah aku ngerasa gak produktif, gak kreatif. Kayak ada yang membatasi. Itu emang cm berlaku sama ku. I don't even know why. Tapi yes, aku makin durhaka. Aku makin sering nyalah2in ibu. Abis aku liat ibu terus2an melakukan hal yang waste. Waste time, waste money, waste energy. Bilangnya sih bisnis, tapi gatau menguntungkan apa gak. Bolak balik Malaysia. Trus skrg mau di Jakarta. Aku udah pusing, just do whatever you want to do. Maunya sih aku cari duit sendiri biar aku gausah dilibatkan dalam masalah ini smua, duit sering kurang sgala macem. Jadi aku gak tergantung sm mereka. Biar aku menjalani hidupku sendiri, mencoba menemukan hidupku. Beside, di keluarga ini, aku gak nemuin cara untuk makin religius. Sulit. Ayah begitu, ibu begitu.
Bro, bukan gak bersyukur. Tapi itu kenyataan. Aku udah berkali2 bilang ke ibu supaya pensiun, ibu nya tetep ngotot mau bergumul kayak gitu terus. Ibu gak nyadarkah kalo ini smua gak menunjukkan kemajuan setelah berapa tahun coba? Gini2 terus. Gak bosen? Aku emang cuma anak bodoh yang gatau apa yang mau dilakuin sama hidupnya yang juga belum punya penghasilan sendiri, tapi ibu juga skali2 harus berhenti dan merenung untuk apa ibu hidup. Benarkah untuk anak? Ayah juga! Hidup kalian untuk siapa sebenernya? Bisa jadi itu alasan terhambatnya rezeki buat kalian. Karna niat yang gak bener. Aku ya sebagai anak tetep lah doain nya minta kelancaran rezeki buat kita smua. Tapi emang ada yang harus diperbaiki di keluarga ini. Semakin gede aku nya, semakin sulit untuk menutup mata. Tapi lebih sulit lagi kalo ko gapunya daya untuk melakukan sesuatu. Ko gak bisa berbuat apa2 ngeliat hal yang ko khawatirin. Saat ini gaada yang lebih mengkhawatirkan daripada ngeliat pendidikan dedek. Aku gak ngerti, ayah ku ini orang yang gak berprinsip. Aku gatau apa yang dia pegang di hidup ini. Apa prioritas utamanya. Katanya logis, tapi bisakah dibilang logis kalo kayak gini? Ayah bilang mau bantu bimbing hidupku supaya aku tau apa yang mau aku lakuin dan gimana caranya mengatasi problema2 pribadi ku. Tapi rasanya aku kurang bisa percaya. How can I? He didn't earn my trust. Kurang lebih aku kayak ibu. Gak bisa percaya seseorang kalo ada hal yang gak sreg di kita nya. Aku percaya ibu ku, tapi ibu ku kurang bisa diajak diskusi soal logika begini. Kalo minta suggestion soal hidup atau agama, ibu ku bisa. Mungkin sikap idealis ku ini sering menyulitkan (bukan mungkin, emang IYA), tapi ya gimana dong. Kalo gak ya gak.
Nobody's perfect. Ko juga emang sempurna?? Kalo pengen berubah, aku emang harus ubah cara berpikir. Can't be idealist. Aku harus realistis. Aku juga harus belajar banyak life basic skill kayak gambar, ngejait, ngerajut, musik, buat gain my creativity. Abis aku ini bener2 orang yang gak loose dlm hidup. Smua hal dibawa sulit. Jarang have fun for myself. Tertutup. Banyak tekanan. Dan itu smua menekan kreativitas. Banyak hal yang harus ku ubah dalam hidup. Tapi aku juga khawatir soalnya aku udah tua. Disaat aku harus mikirin banyak hal untuk masa depan ku, aku baru akan mulai memupuk hal2 basic di hidupku. Aku harus ngerubah banyak dogma2 dasar di pikiran ku. Karna banyak hal yang harus diluruskan dari pikiran ku. Jadi gimana dong? Aku harus fokus aja apa aku harus mikirin smua nya sekaligus?? Aku aja sendiri tapi gak yakin dengan mikirin masa depan ku, apa aku bener2 akan memperoleh masa depan kayak gitu? Again, I'm a too idealist person. Aku cm membayangkan based on what I expect. Aku gatau nyatanya di dunia real bijimane. I'm not experienced. SAMBADEEEEH, please tell me how to think right !! T_T
Thursday, 5 May 2016
Friday Morning
It usually dont work when I expect something ideal whether it deals with money, time or buying something or planning something (even just for daily agenda till the big one). If I feel rush and excited, it wont come good. How can terrible person like me should have a dream?
They dunno and its a burdensome. They expect lot from me. I would have just kill myself for being unnecessary person.
Kata BR aku ini emang blm hidup. Toh L gk punya motor tp tetep bs kemana2.
I need someone to tell how bad I am. I do bad. Terrible. Always wasting time, miscommitment from myself. I need an eye one me, I need another brain outside my real brain to think for me and remind me everutime I forget. Bangsat! Ini kutukaaaaan. Aku kena adzab. Aku gk bs menguasai dan mengontrol diri dan waktu ku. I live like a zombie. Dunno what to do. Katanya mau bertualang? Bullshit. I feel very very bad of myself. Nobody can help me but me because Allah had already cursed me. I cant ask Him a favor. Its up to me!! Whether to have dream or not . Whether to live like this or not. This act will lead into a big regrets in the future. Are u prepared for it? U know what u do now, u know the consequences!!!
Are u stupid or something? Expect people love you, happy with u, know u, while ure doing nothing? What can be prouded of u? Its not what u think "Getting advantages from friends". U do not wortg that. Many friends with no effort. Beautiful face witb no effort. Many skills with no effort. Smart with no effort. All u do is just live for today. Ya Allah, masalahnya udh ddpn mata. I know what my problem is. Aku tinggal ngambil langkah awal dan komitmen selamanya (dr pandangan idealku). Menurutku ini keterlaluan udahan. Gak sesuai sm norma kebenaran dan norma hati nurani ku. Aku tau itu salah, tp ntah terlalu males apa terlalu goblok utk memperbaiki diri. Hidup lebih menyengsaraka bagi ku dibanding mati. Tp ini jalan hidupku. Aku harus bear with this. Satu pertanyaa crucial, "Kalo ko mau punya anak yang cerdas dan gamau anakmu sama kayak ko skrg, ko jg hrs jd ibu yg cerdas dengan cara BERUBAH. BERHIJRAH. How can u be so sure it will work while u expect to change tomorrow? Its now. Now is the time."
They dunno and its a burdensome. They expect lot from me. I would have just kill myself for being unnecessary person.
Kata BR aku ini emang blm hidup. Toh L gk punya motor tp tetep bs kemana2.
I need someone to tell how bad I am. I do bad. Terrible. Always wasting time, miscommitment from myself. I need an eye one me, I need another brain outside my real brain to think for me and remind me everutime I forget. Bangsat! Ini kutukaaaaan. Aku kena adzab. Aku gk bs menguasai dan mengontrol diri dan waktu ku. I live like a zombie. Dunno what to do. Katanya mau bertualang? Bullshit. I feel very very bad of myself. Nobody can help me but me because Allah had already cursed me. I cant ask Him a favor. Its up to me!! Whether to have dream or not . Whether to live like this or not. This act will lead into a big regrets in the future. Are u prepared for it? U know what u do now, u know the consequences!!!
Are u stupid or something? Expect people love you, happy with u, know u, while ure doing nothing? What can be prouded of u? Its not what u think "Getting advantages from friends". U do not wortg that. Many friends with no effort. Beautiful face witb no effort. Many skills with no effort. Smart with no effort. All u do is just live for today. Ya Allah, masalahnya udh ddpn mata. I know what my problem is. Aku tinggal ngambil langkah awal dan komitmen selamanya (dr pandangan idealku). Menurutku ini keterlaluan udahan. Gak sesuai sm norma kebenaran dan norma hati nurani ku. Aku tau itu salah, tp ntah terlalu males apa terlalu goblok utk memperbaiki diri. Hidup lebih menyengsaraka bagi ku dibanding mati. Tp ini jalan hidupku. Aku harus bear with this. Satu pertanyaa crucial, "Kalo ko mau punya anak yang cerdas dan gamau anakmu sama kayak ko skrg, ko jg hrs jd ibu yg cerdas dengan cara BERUBAH. BERHIJRAH. How can u be so sure it will work while u expect to change tomorrow? Its now. Now is the time."
Kebiasaan ini, menunda dan lose comitment yang sering bikin diriku feel bad of myself. Itu kenyataan, dan wajar. Itu beneran salah ko. Gak salah ko nyalahin diri sendiri. Tp yg salah, efeknya aku jd skeptis sm lingkungan dan aku jd gak menghargai hal2 disekitar ku. Ayah, dont tell me ideal things. There's something wrong with my logic and concioussness side of brain. Dont tell me the right thing to do, tell me how to fix all these. Thats why I cant keep up with ur suggestion about do and evaluating. I got bigger problem. This is a mess, DISASTER. I am a SINNER. The most among the most terrible person in the world. Nothing compares me. I want everyone who read this, pray for me.
Monday, 8 February 2016
Old Time Me
Please see this as general things.. Aku juga harus menjelaskannya secara general berarti.. Ini bukan sekedar soal kekhawatiran ku krna ngeliat temen2 ku begini begitu, sedangkan aku gak, aku jadi ngerasa aneh and then I feel that I need to be like them. To fit in. Dan aku juga baru sadar deh kayaknya, meskipun ku ungkapin perasaan ku lewat tulisan, tetep aja yang bisa ngerti tulisan ku itu cuma aku sendiri. Because of what? Karna aku gak pernah mencoba melihat suatu permasalahan secara general. Aku cenderung mengambil kesimpulan per masalah itu aja padahal that's a wrong thing to do.
Parah nya lagi, aku itu dulu ngerasa orang2 yang aneh. Aku yang beda. Aku ngerasa istimewa, ngerasa special. Padahal kenyataannya gak sama skali. Udah dibilang, cara berpikir ku itu aneh akibat sangat kurangnya bersosialisasi. Aku juga khawatir sih sebenernya, umur ku udah 19 tapi cara berpikir ku masih aneh dan blum dewasa sama skali. Aku belum bias nentuin mana yang bener mana yang gak. Aku tau lah mana hal yang salah, mana yang bener. Tapi masalahnya tuh, kalo udah dihadepin sama suatu permasalahan, aku blum bias mengambil kesimpulan secara objektif dan bijak. Itu jelas parah banget. Aku juga blum bias menyimpulkan tentang hidupku, ortu ku, adekku, temen2 ku. Smuanya random aja. Makanya tiap kali disuruh cerita, aku gatau mau cerita apaan. Meskipun separah2 apapun kehidupan bersosialisasi ku, aku setidaknya kan bias cerita ttg kondisi ku atau sekedar cerita kluarga ku. Tapi ini gak. Aku sama skali gak bias cerita. It's not that I have something to hide, tp karna aku gak pede dan gatau cara nya bercerita.
Karna slama ini kebiasaan menyelesaikan masalah sendiri tanpa cerita ke orang, akhirnya aku jadi punya dogma kalo aku ya emang slama nya harus bias nyelesain smua masalah ku sendiri. Aku punya temen, ortu ada, adek ada, tp gak ada yang brusaha nge-dorong aku supaya ngembangin dan berekspresi lebih baik, jadi ya aku gini. Tertutup banget. Aku juga blum punya standar ku sendiri dalam berpikir. Blum ada karakter juga. Aku sebenernya pengen bisa cerita lepas kayak gitu, biar kita sama2 tau satu sama lain, bisa saling tuker pikiran dan tuker pengalaman hidup krna gak fair kalo cm orang yg cerita ke aku sedangkan aku gak ngasih apa2 ke mereka. Cerita juga proses orang mengenal dirimu. Mungkin juga aku takut di judge dari dulu, makanya aku gak pernah cb meng-explore kemampuan ku bercerita. Aku lebih concern ke ngomong didepan umum, public speaking. Krna aku gak bias bgt ngomong, bahkan cm didepan kelas atau diskusi. Usaha ku lebih ke ningkatin pede, atau sok pede sih sebenernya. Jadi aku sok aktif gitu padahal sebenernya nol besar. I looked up to Sakti too much, makanya ngaco gitu. Padahal gak seharusnya aku nyontek orang lain. Aku punya jalan hidupku sendiri dan beda jg cara nanganin masalah masing2. Aku baru sadar aku sok aktif, padahal tong kosong. Itu bukan aku. Aku udah bawa karakter yang salah ke aku. Tp aku seneng banget sama gaya Sakti dan aku pikir itu bakal cocok banget sm ku, tp ternyata gak. Gak sesuai sama identitas ku. Aku jadi lose myself.
Banyak dah pokoknya hal yang aku gak ngerti soal diriku. Apalagi tentang orang lain dan sgala kehidupan di dunia ini.
Parah nya lagi, aku itu dulu ngerasa orang2 yang aneh. Aku yang beda. Aku ngerasa istimewa, ngerasa special. Padahal kenyataannya gak sama skali. Udah dibilang, cara berpikir ku itu aneh akibat sangat kurangnya bersosialisasi. Aku juga khawatir sih sebenernya, umur ku udah 19 tapi cara berpikir ku masih aneh dan blum dewasa sama skali. Aku belum bias nentuin mana yang bener mana yang gak. Aku tau lah mana hal yang salah, mana yang bener. Tapi masalahnya tuh, kalo udah dihadepin sama suatu permasalahan, aku blum bias mengambil kesimpulan secara objektif dan bijak. Itu jelas parah banget. Aku juga blum bias menyimpulkan tentang hidupku, ortu ku, adekku, temen2 ku. Smuanya random aja. Makanya tiap kali disuruh cerita, aku gatau mau cerita apaan. Meskipun separah2 apapun kehidupan bersosialisasi ku, aku setidaknya kan bias cerita ttg kondisi ku atau sekedar cerita kluarga ku. Tapi ini gak. Aku sama skali gak bias cerita. It's not that I have something to hide, tp karna aku gak pede dan gatau cara nya bercerita.
Karna slama ini kebiasaan menyelesaikan masalah sendiri tanpa cerita ke orang, akhirnya aku jadi punya dogma kalo aku ya emang slama nya harus bias nyelesain smua masalah ku sendiri. Aku punya temen, ortu ada, adek ada, tp gak ada yang brusaha nge-dorong aku supaya ngembangin dan berekspresi lebih baik, jadi ya aku gini. Tertutup banget. Aku juga blum punya standar ku sendiri dalam berpikir. Blum ada karakter juga. Aku sebenernya pengen bisa cerita lepas kayak gitu, biar kita sama2 tau satu sama lain, bisa saling tuker pikiran dan tuker pengalaman hidup krna gak fair kalo cm orang yg cerita ke aku sedangkan aku gak ngasih apa2 ke mereka. Cerita juga proses orang mengenal dirimu. Mungkin juga aku takut di judge dari dulu, makanya aku gak pernah cb meng-explore kemampuan ku bercerita. Aku lebih concern ke ngomong didepan umum, public speaking. Krna aku gak bias bgt ngomong, bahkan cm didepan kelas atau diskusi. Usaha ku lebih ke ningkatin pede, atau sok pede sih sebenernya. Jadi aku sok aktif gitu padahal sebenernya nol besar. I looked up to Sakti too much, makanya ngaco gitu. Padahal gak seharusnya aku nyontek orang lain. Aku punya jalan hidupku sendiri dan beda jg cara nanganin masalah masing2. Aku baru sadar aku sok aktif, padahal tong kosong. Itu bukan aku. Aku udah bawa karakter yang salah ke aku. Tp aku seneng banget sama gaya Sakti dan aku pikir itu bakal cocok banget sm ku, tp ternyata gak. Gak sesuai sama identitas ku. Aku jadi lose myself.
Banyak dah pokoknya hal yang aku gak ngerti soal diriku. Apalagi tentang orang lain dan sgala kehidupan di dunia ini.
MUSIC SESSION: Curcol
Owkhey.. Gua mau nge-post lyric lagu. Lagi demen banget ama ni lagu, parahh! Tapi sebelumnya gua mau bahas ini dulu. Gua di blog ini gak bakal nyoba jadi orang yang sok cool ato gimana. I'm just trying to be myself. Gua mau ngablak aja kayak gini, gak sok cool atau sok keren atau sok asik ato begimana lahh. Gua disini tujuannya mau memperbaiki cara berpikir. Dengan tau bakal ada orang yang baca tulisan gua, gua jadi terpacu untuk menjelaskannya secara general tapi tanpa menghilangkan terlalu banyak poin dalam cerita gua. Ngerti gak sih? Gini lohh... Abis tu, slama ini, gua tiap nulis2 curhatan, baik di hp ato di laptop, gua slalu ngejelasinnya urut beneran dari awal sampe akhir, kayak anak SD cerita tanpa tau kesimpulan atau pemecahan masalahnya. Gua terlalu detail dan sampe lupa untuk melihat suatu masalah secara general. Alhasil cara berpikir begitu kebawa ke dalam setiap pemikiran dalam hidup gua.
Misal gua lagi kepikiran tentang masalah gua dalam bersosialisasi. Lagi down gara2 gak bisa merespon orang dengan baik dan ngiri ke temen2 yang lepas aja gitu dalam bersosialisai. Gua tu terlalu terfokus sama ke-gak bisa-an gua dan jadi nyalah2in diri sendiri. Padahal seharus nya, kalo benernya itu gua harus ngeliat perjalanan panjang kehidupan bersosialisasi gua sampe2 disaat sekarang pas dibutuhin, kemampuan gua itu nol besar. Gak semata2 menyalahkan keaadaan saat itu. Kalo udh nyalah2in diri gitu, ujungnya ntar jadi minder. Padahal belum tentu smua orang ngeliat gua se-aneh itu. Masih ada sebenernya yang mau temenan ama gua tapi karna minder dan terlanjur nyalahin diri, keliatannya kayak I push them out of my life. Padahal sebenernya kalo mereka mengerti, gua cuma butuh waktu untuk memahami ini semua. Kehidupan ini. Gua masih blum tau apa yang gua pikirin tentang kehidupan ini dan belum memutuskan bagaimana akan mengadapi nya. Ketidakdewasaan cara berpikir gua ini emang parah banget. Padahal tanggungan yang bakal diletakkin ke punggung gua itu banyak. Orang tua expect besar banget ke gua. Gua masih ada adek 3 orang. Umur gua udah 19 tapi belum ada satu hal pun yang bisa diandalkan dari gua.
Banyak permasalahan lah didalem diri ini. Krisis kepercayaan diri, krisis jati diri, krisis self-branding. Tp jangan sampe krisis keimanan, naudzubillah. Tapi sebenernya aku juga gak terlalu religious. Ada keinginan, tapi usaha nya masih seret. Aku masih belum bisa menyimpulkan manusia macam apa kah aku ini di mata Allah.. Aku udah berkali2 nekenin kalo dalam hidup itu, yang peting inget tujuan utama mu yaitu mati dan menuju akhirat, kehidupa kekal yang sebenarnya. Bertemu Allah. Tapi masih aja lempeng gitu. Aku
Too many people on board this train
I gotta find my way around
Too many voices in my head
Gotta reach high turn it down
Too many tear drops on the floor, anymore
Gonna kiss the ground, right before I drown
Are you even gonna try to reach me
Too many words stuck in this phone
But your voice ain’t even there
Too many nights spent home alone
With your laughter in the air
Too many songs of the broken heart
Try to shut you out, but you’re everywhere
Are you even gonna try to reach me
Is this how it’s gonna end
Oh~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
For love~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
You and I let’s do it all
For Love
Too many paper-shaped stars
Falling out of broken jars
Too many unforsaken scars
If it hurts bleed it out on this guitar
You build your glasshouse round your heart, like a w
ork of art
Break it and we’ll never be apart
Are you even gonna try to reach me
Is this how it’s gonna end
Oh~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
For love~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
You and I let’s do it all
For Love
Give it all, give it all
Give it all for love, for love
Give it all, give it all
Give it all for love, for love
For love, for love , for love
For love, for love, for love
Oh~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
For love~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
You and I let’s do it all
For Love
Misal gua lagi kepikiran tentang masalah gua dalam bersosialisasi. Lagi down gara2 gak bisa merespon orang dengan baik dan ngiri ke temen2 yang lepas aja gitu dalam bersosialisai. Gua tu terlalu terfokus sama ke-gak bisa-an gua dan jadi nyalah2in diri sendiri. Padahal seharus nya, kalo benernya itu gua harus ngeliat perjalanan panjang kehidupan bersosialisasi gua sampe2 disaat sekarang pas dibutuhin, kemampuan gua itu nol besar. Gak semata2 menyalahkan keaadaan saat itu. Kalo udh nyalah2in diri gitu, ujungnya ntar jadi minder. Padahal belum tentu smua orang ngeliat gua se-aneh itu. Masih ada sebenernya yang mau temenan ama gua tapi karna minder dan terlanjur nyalahin diri, keliatannya kayak I push them out of my life. Padahal sebenernya kalo mereka mengerti, gua cuma butuh waktu untuk memahami ini semua. Kehidupan ini. Gua masih blum tau apa yang gua pikirin tentang kehidupan ini dan belum memutuskan bagaimana akan mengadapi nya. Ketidakdewasaan cara berpikir gua ini emang parah banget. Padahal tanggungan yang bakal diletakkin ke punggung gua itu banyak. Orang tua expect besar banget ke gua. Gua masih ada adek 3 orang. Umur gua udah 19 tapi belum ada satu hal pun yang bisa diandalkan dari gua.
Banyak permasalahan lah didalem diri ini. Krisis kepercayaan diri, krisis jati diri, krisis self-branding. Tp jangan sampe krisis keimanan, naudzubillah. Tapi sebenernya aku juga gak terlalu religious. Ada keinginan, tapi usaha nya masih seret. Aku masih belum bisa menyimpulkan manusia macam apa kah aku ini di mata Allah.. Aku udah berkali2 nekenin kalo dalam hidup itu, yang peting inget tujuan utama mu yaitu mati dan menuju akhirat, kehidupa kekal yang sebenarnya. Bertemu Allah. Tapi masih aja lempeng gitu. Aku
For Love
Music and Lyrics by The Sam WillowsToo many people on board this train
I gotta find my way around
Too many voices in my head
Gotta reach high turn it down
Too many tear drops on the floor, anymore
Gonna kiss the ground, right before I drown
Are you even gonna try to reach me
Too many words stuck in this phone
But your voice ain’t even there
Too many nights spent home alone
With your laughter in the air
Too many songs of the broken heart
Try to shut you out, but you’re everywhere
Are you even gonna try to reach me
Is this how it’s gonna end
Oh~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
For love~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
You and I let’s do it all
For Love
Too many paper-shaped stars
Falling out of broken jars
Too many unforsaken scars
If it hurts bleed it out on this guitar
You build your glasshouse round your heart, like a w
ork of art
Break it and we’ll never be apart
Are you even gonna try to reach me
Is this how it’s gonna end
Oh~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
For love~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
You and I let’s do it all
For Love
Give it all, give it all
Give it all for love, for love
Give it all, give it all
Give it all for love, for love
For love, for love , for love
For love, for love, for love
Oh~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
For love~
For love I’mma give it all
For love I’mma give it all
You and I let’s do it all
For Love
The Truth of Me
So, malem ini.. Aku menyadari satu kesalahan fatal di diriku. Yaitu aku sama skali gak punya rasa percaya diri terhadap diriku sendiri. It all can be seen in every single thing in me. The way I dress, the way I talk, the way I think, the way I react to people. Sama skali gak terlihat ada rasa percaya diri di diriku. Itu penyebab esensial kenapa smua ini terjadi sama ku. Awalnya aku heran knp org nganggep aku aneh. Aku pikir paling "Ah, mereka aja yang gak bs ngerti aku. Ini lah cara ku berekspresi". Padahal NO! Aku setuju sama mereka kalo aku ini aneh. Stupid nya aku nganggep aku selama ini baik2 aja. Orangtua ku gak pernah ngungkapin gagasan ini ke aku. So I think everything just normal. I'm just suffering some psychology problem. Mungkin dengan sedikit penanganan, everything will just be okay. Ya Allah, ternyata aku salah. Aku terlalu naif. Sangat2 naif. Segala pikiran buruk ku ttg orang, itu terjadi karna aku pikir aku baik2 aja. Paling dengan sedikit sosialisasi, aku bisa mencapai impian ku. Merubah segala kebiasaan2 ku. Aku cukup kritis, aku bs bahasa inggris dikit2, a quick learner, berpengetahuan luas. Aku pikir aku paling tipe orang yang gak bisa move on dari masalah dasar yang dia punya dr kecil, yaitu tertutup. Itu dari dulu anggepan ku. Itu lah kesalahan ku. Asli, jawaban2 langsung bermunculan di kepala ku. Inilah akar permasalahannya. Aku jg pikir aku org yg gk komitmen dan suka menunda2, gak punya prinsip, gak punya tujuan, gak punya pendirian, gak punya kepemimpinan, gak punya kreatifitas, gak punya kemampuan bersosialisasi, gak peduli dunia luar, gak memanfaatkan waktu dg baik. Tapiiii, pada dasarnya, ini lah masalah ku sebenernya. Aku gak punya kepercayaan thdp diriku sendiri. Pantesan Nur heran kok org yg kliatan idiot kyk aku kok ternyata byk pengetahuan. Aku pikir paling aku emang jago di bidang itu dan Nur jago di sosialisasi. Trus pantesan gak pernah ada yang suka sama ku. Aku gak pernah dipercaya masuk organisasi apalagi memimpin. Aku punya pemahaman yang salah. Aku bersikap sok2 tegas, sok cool, sok mengerti org2 yang pendiem. Padahal, I'm lot worse than that. I don't believe in my own self. Pantesan selama ini aku kehilangan diriku. Gak pernah ada memori yang nyangkut di otak ku krna aku selalu beranggapan aku gak pantes dan karna aku gak suka perasaan gak diterima semacam itu, aku jadi mengasingkan diri dan menolak ingatan2 itu.
Lanjut soal Madani, aku ngikutin dengan setengah hati. Pas awal, aku masih ngerasa ok. Makin kesini, aku makin minder. Apa bener aku mampu mengemban tugas seberat itu? Dakwah? Ngurus diri sendiri aja blm bener, how come I think about my country or even my religion? Tapi aku pikir lagi, "Nah kan udah dibuka pikiran mu. Ternyata hidup mu bs worth more than that. Gak bs bilang gak bisa terus2an. Sbnrnya ko bs bermanfaat byk buat org. Masih byk hal diluar sana yang butuh perhatian dan kepedulian mu. Ini gak melulu ttg mu. Gak ada habisnya. Berusaha lah jauh lebih keras. Bahkan ko harus maksa dirimu netepin standar dan tujuan2 yang ingin dicapai. Emang harus gitu supaya gak terlena, merasa waktu mu byk utk hanya ngurus dirimu sendiri.Trus since ko blm punya arah tujuan, ko bs pertimbangkan siapa tau ini jalan hidupmu. Berjuang di jalan ini". Awalnya aku ngasal aja ngmg nya, supaya at least aku ngambil sesuatu. Aku sadar, aku harus bener2 di Madani ini. Meskipun sangat sangat sangat x100 blm layak, aku bakal berusaha. Sekedar mintain infaq setiap Jumat dan ngajak satu orang ke KanTin Madani, itu blm seberapa. Aku bakal berusaha memulai langkah awal ku sbg aku yg baru di Madani ini. Krna aku dapet petunjuk dr Allah melalui Madani ini. Ini baru aja sehari abis Madani. Hari ini aku jg baru mulai belajar puasa senin kamis. Tapi aku udah dapet karunia sebesar ini. Pencarian ku seumur hidup. Bergumul gak ada habisnya dengan pikiran ku. Jawaban yang gak akan aku dapet dg berpikir. Harus dengan melihat. Both with eye dan mata hati.
Udah terlalu berlarut2 masalah ini kyk nya, sampe mendarah daging, sampe susah dikenali dan disadari. Akut. Aku dapet smua jawaban dari pertanyaan yang ngawang2 di otak ku. Kenapa aku terlalu seneng memuji diri sendiri. Instead of PD, yang aku dapet malah perasaan sombong. Abis gimana, aku ngerasa kyk nya aku ok2 aja, mampu belajar dan berpikir dengan baik. Aku pikir masalah ku satu2 nya itu SOSIALISASI. Ternyata it's lot more than that. Kenapa aku terlalu baper terutama sama cowok apalagi pikiran2 dia bisa ku terima. Aku selalu mendambakan sosok itu. Yang gak nganggep aku aneh dan ngerti yang aku omongin. Aku emang keliatan cm bs ngomong doang, gk ada tindakan. Selain krna masalah esensial ini, aku juga terhalang kebiasaan2 buruk yang biasa aku lakuin dulu2. Kayak nunda2. Aku pikir aku juga munafik, punya kepribadian 2. Abis disatu saat aku bs baik, tp di sisi lain aku ngejelek2in mereka ddlm hati. Selain krna yg utama yaitu kekotoran hati ku, itu juga andil dr problem ku. Begitu cara ku membangun rasa percaya diriku, dengan menciptakan ilusi2 ttg keburukan org supaya aku terlihat lebih baik dr mereka. Meskipun itu bukan kebaikan, aku tetep melihat itu sebagai sesuatu yang baik krna aku lebih baik dr mereka. Pikiran yang dangkal banget kalo dipikir2 lg skrg.
Aku pikir aku terlalu angkuh utk mengakui cerita hidupku. Padahal gak juga. Aku mau ceritain if they ask me. Since no one interested with my life, so I live like this. Aku pendem semua. Kombinasi yang sempurna. Padahal gak smua orang pendiem itu gak punya temen dll. Ko sok simpati. Ngerasa ko bs lbh berteman. Big bullshit.Allah gak ngasih ini sebagai ujian. Ini murni kesalahan mu. Kesalahan yang terlalu ditumpuk sampe akhirnya gak terlihat sama sekali. Bahkan terlupakan. Perfect!!! Ini lah kehidupan yang ku jalani selama kurang lebih 19 tahun ini. Penuh dengan intrik dengan otak dan diriku sendiri.
Tapi aku bersyukur Alhamdulillah, Allah masih baik sama ku. Allah dengan tiba2 aja, nyadarin gitu aja. Tepatnya lewat video yang kita ambil. Terlihat bgt aku gak punya kepercayaan diri sm skali thdp diriku. Terlihat jelas dr body language. Jadi selama ini, kehidupan yg kyk gitu yang udah aku jalanin? Gak pede, menutup diri, membatasi diri dan kreatifitas, gak berekspresi dg bebas. Gak menjalani masa muda ku dengan bener. Makanya aku slama ini anak yang nurut. Aku bahkan gak tau apa yang mau aku lakuin dg hidup ku. Makanya, ketika ada yang merintah aku, well that's better for at least aku punya sesuatu utk dilakuin dalam hidup ku. Aku gak punya pendirian. Semu berdasarkan keputusan org. Org yang memutuskan atas apa yang aku lakukan. Sedih banget aku udah ngejalanin hidupku dengan bangsat begini. Ya Allah, aku bersyukur. Aku berterima kasih. Insya Allah ini jadi jalan pertama ku untuk memulai yang bener2 baru. Dengan semangat baru. Kenapa aku pengen banget berubah? Aku bahagia, akhirnya aku nemuin satu masalah inti itu. Aku yang sempet putus asa awalnya, krna berpikir kalo terlalu fokus nunggu ketemu masalah inti, hidupku gak akan berjalan sedangkan aku masih kuliah. Perlu belajar dan bersosialisasi. Aku berpikir utk move on dg kondisi ini. Percaya aja, meskipun dengan sedikit2 jadi murung dan sedih krna nemu hal2 yang bertentangan sama ku. Bertentangan maksudnya, gak sesuai yang aku pikirin. Kecewa dengan segala fakta dan pemahaman yang aku temuin. Itu krna aku gk punya prinsip. Abis itu aku berpikir aku mesti memperkuat agama, supaya itu jadi pegangan ku. Ayah nyuruh puasa Senin-Kamis sm tahajud. Aku niatin bener2 dengan ngambil langkah ikut Madani. Padahal sblmnya aku gk PD masuk Madani. Aku blm cukup alim. Tp aku ngerasa bener2 pengen berubah. Aku butuh kegiatan yang tetep menjaga aku tetep deket sm agama. Imannya gak timbul tenggelem kyk dulu. Stabil. Aku niatin awalnya. Aku mikir gini "Mungkin emang gini jalannya. Kalo nunggu mampu dan hebat, malah bakal timbul kesombongan. Bagus gini, ko jadi loyal krna ko tau dirimu masih sangat jauh bgt dr bahkan sekedar kata layak". Akhirnya aku ikut pengukuhan Madani yang padahal sblmnya aku blm pernah dtg sm skali.
Lanjut soal Madani, aku ngikutin dengan setengah hati. Pas awal, aku masih ngerasa ok. Makin kesini, aku makin minder. Apa bener aku mampu mengemban tugas seberat itu? Dakwah? Ngurus diri sendiri aja blm bener, how come I think about my country or even my religion? Tapi aku pikir lagi, "Nah kan udah dibuka pikiran mu. Ternyata hidup mu bs worth more than that. Gak bs bilang gak bisa terus2an. Sbnrnya ko bs bermanfaat byk buat org. Masih byk hal diluar sana yang butuh perhatian dan kepedulian mu. Ini gak melulu ttg mu. Gak ada habisnya. Berusaha lah jauh lebih keras. Bahkan ko harus maksa dirimu netepin standar dan tujuan2 yang ingin dicapai. Emang harus gitu supaya gak terlena, merasa waktu mu byk utk hanya ngurus dirimu sendiri.Trus since ko blm punya arah tujuan, ko bs pertimbangkan siapa tau ini jalan hidupmu. Berjuang di jalan ini". Awalnya aku ngasal aja ngmg nya, supaya at least aku ngambil sesuatu. Aku sadar, aku harus bener2 di Madani ini. Meskipun sangat sangat sangat x100 blm layak, aku bakal berusaha. Sekedar mintain infaq setiap Jumat dan ngajak satu orang ke KanTin Madani, itu blm seberapa. Aku bakal berusaha memulai langkah awal ku sbg aku yg baru di Madani ini. Krna aku dapet petunjuk dr Allah melalui Madani ini. Ini baru aja sehari abis Madani. Hari ini aku jg baru mulai belajar puasa senin kamis. Tapi aku udah dapet karunia sebesar ini. Pencarian ku seumur hidup. Bergumul gak ada habisnya dengan pikiran ku. Jawaban yang gak akan aku dapet dg berpikir. Harus dengan melihat. Both with eye dan mata hati.
Itu curahan2 perasaan ku. Skrg saatnya buat tentuin langkah. Mau gmn kedepannya. Aku ngerasanya, aku punya sesuatu. Aku punya potensi. Meskipun gak dlm bentuk jago gambar atau hal2 yang berbau kreatifitas, aku percaya aku punya sesuatu. Aku pengen memimpin dan bs bicara ddpn umum. Sesuatu yang menunggu dikeluarkan. Krna hrs ko pahami mulai skrg, mengeluarkan dan menyadari itu beda. Selama ini, ko merasa cukup dg menyadari ko punya sesuatu. Tp skrg, itu harus dikeluarin. Potensi itu harus dibebasin supaya ko bs berkembang jd orang yang maju. Dunia dan akhirat. Baik akhlak maupun materi. Bahagian orangtua, adek2. Bikin bangga temen2. Gak ada lagi mengungkung potensi. LAKUIN APA YANG KO PERLU DAN MAU LAKUIN. DON'T FEEL HESITATE, KARNA RAGU ITU SIFATNYA SETAN. Ko perlu pendirian yg kuat. Hrs yakin atas apa yang ko putusin. Gak ada setengah2 lg. Ko hrs seriusin bidang yang ko tertarik dg itu. Berekspresi lah. Ini cara ko melepaskan diri dari belenggu "KETIDAK PERCAYA-AN DIRI MU" yang lead ke segala hal2 negatif. Aku yakin seyakin2 nya, ini emang masalah akar, utama, esensial.
Dengan semangat membara dan tekad doang gak cukup. Perlu tindakan nyata. Silahkan lanjutkan dan susun hal2 yang mau ko lakuin. Pikirin apa yang mau ko lakuin dg hidup mu skrg. Apa ko bangga? NO! Aku harus berubah.
Mulai besok pagi, aku, Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, bakal ke kampus dg semangat baru. Baru, tp gk spesial. Artinya, aku bs berjalan dg semangat itu stp hari. Krna bukan hr yg spesial, cm baru. Awal baru. Insya Allah.
Subscribe to:
Posts (Atom)